Saya dengan Jaket Putih

Saya dengan Jaket Putih
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. (Sayidina Umar bin Khattab)

Senin, 21 Mei 2012

koplak cuyyyyyyyyyy

INILAH YANG TERJADI KALAU SEORANG GURU KENTUT SAAT RAPAT

Ketika Rapat Para Guru dgn Kepala Sekolah Sedang Berlangsung…,Tiba – tiba Terdengar Suara Angin yg dibarengi Aroma Tdk Sedap…
Guru yang lain pun Mengomentari…:
Guru Matematika: Sesuatu yang Tidak Bisa di Kali Namun Baunya Bisa di Bagi – Bagi
Guru Kesenian: Bunyi Nadanya Terletak Pada Kunci K
Guru Fisika: Inilah yang di Sebut Inner Power, Tenaga yang di Gunakan Kecil Namun Hasilnya Luar Biasa
Guru Biologi: Inilah Ciri Makhluk Hidup Melanjutkan Hidupnya
Guru Agama: Ini Salah Satu Penyebab Batalnya Wudhu dan doa
Guru Geografi: Posisi Keberadaannya Mengikuti Arah Mata Angin
Guru Sosiolog: Perilaku Menyimpang Pada Sikap Manusia
Guru Sejarah: Salah Satu Penyebab Terjadinya Perang Mulut
Guru Bahasa: Kalimat Bisa di Tulis Namun Aromanya Tak Bisa di Ungkapkan dgn Kata – Kata
Kepala Sekolah: taik kucing lah….!!!… Bau Bangkai.., Siapa yang Kentut..???
Bubaarr smuaaa…!!!

COWOK SEMPURNA IDAMAN WANITA

Cewek : Mas kerja dimana?
Cowok : Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek : (WAW…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek : (WAW kereenn…Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
… Cowok : Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek : (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok : Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek : (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok : Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…
Cewek : (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
Cowok : Tidak…rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
Cewek : (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
Cowok : Tidak donk…
Cewek : (Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
Cowok : Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja
Cewek : (Ooohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
Cowok : Tidak tidak…
Cewek : (Iihh…sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
Cowok : Yah…baru 3x dan umroh paling 6x…
Cewek : (Subhanallah…calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
Cowok : BOHONGIN orang……

HUMOR GUS DUR (PESAWAT CN-235)

Oleh Ger-geran Bersama Gus Dur
Keberadaan Industri Pesawat Terbang
Nusantara (IPTN) dulu sempat menjadi
kontroversi. Kritik paling keras terutama
dilontarkan oleh para ekonom. IPTN disebut
sangat tidak efisien. Pegawainya terlalu
banyak, sementara pesawatnya tidak laku
dijual di pasar internasional.
IPTN juga dipandang sebagai proyek
mercusuar, hanya buat gagah-gagahan,
padahal bukan merupakan prioritas bagi
negara agraris Indonesia. Angka-angka
pun disajikan oleh para ekonom, tentang
betapa tidak efisiennya industri itu, dan
betapa baik seandainya dana yang
dihabiskan digunakan untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat. Celakanya, pesawat
itu tak mampu berkompetisi di pasar
internasional, sehingga pernah sampai
hanya bisa dibarter dengan beras ketan
Thailand.
Gus Dur masuk dalam perdebatan tentang
masalah ini. Tapi dia setia dengan
tradisinya, yaitu mencubit dengan lelucon.
Di medan perang Balkan, tutur Gus Dur,
jenderal NATO memberi instruksi kepada
para prajuritnya supaya menembak semua
pesawat yang melintas di zona larangan
terbang di sana. “Semua pesawat yang
lewat sini, harus disikat, tanpa kecuali!”
tandas sang jenderal.
Tak lama kemudian, melintas Mirage
buatan Prancis. “Tembak!” perintah sang
jenderal. Lalu,
bum!, pesawat tempur itu hancur dan
menyungkur.
Tiba-tiba jet tempur Sukhoi melesat seperti
kilat. “Hajar!” teriak sang jenderal. Para
serdadu segera sigap menembak. Dan,
bum!, pesawat malang buatan Rusia itu
rontok.
Setelah beberapa saat keadaan sepi-sepi
saja, tiba-¬tiba dari arah selatan muncul
CN-235. Pesawat produksi IPTN itu terbang
tenang di atas zona larangan. Tak ada
perintah tembak, maka pesawat itu pun
terus melaju. Para serdadu NATO saling
memandang ke¬heranan, lalu bertanya,
“Jenderal, kenapa tidak ada instruksi
tembak terhadap pesawat itu?”
Dengan gaya cuek jenderal NATO itu
menjawab, “Ah, yang itu sih enggak usah
ditembak, ntar juga jatuh sendiri!”

DO’A WANITA YANG MENJAGA KEHORMATANNYA

Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya
melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba
terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si
tukang besi keluar untuk melihatnya,
pandangannya menubruk pada sesosok wanita
cantik yang tak lain adalah tetangganya.
“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika
bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh
untuk memelihara jiwa, aku tidak akan datang ke
rumahmu. Maukah engkau memberikan
makanan padaku karena Allah ?” tutur wanita
itu.
Ketika itu, memang tengah datang musim
paceklik. Sawah dan ladang mengering. Tanah
pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput
menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi
kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi
langka, maka tak pelak kelaparan melanda
sebagian besar penduduk desa itu. Hanya
sebagian kecil yang masih bisa bertahan.
“Tidakkah engkau tahu bahwa aku
mencintaimu ? Akan kuberi engkau makanan,
tetapi engkau harus melayaniku semalam” kata
tukang besi itu.
Si tukang besi memang jatuh hati kepada
tetangganya itu. Dia merayunya dengan
berbagai cara dan taktik, namun tak juga
berhasil meluluhkan hati wanita itu.
“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka
kepada Allah” ujar wanita itu sambil berlalu
menuju rumahnya.
Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali
mendatangi rumah si tukang besi dan
mengatakan hal yang sama. Demikian pula
jawaban si tukang besi itu. Ia akan memberi
makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan
dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita
itupun kembali ke rumahnya.
Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke
rumah tukang besi itu dalam keadaan payah,
suaranya parau, matanya sayu, dan
punggungnya membungkuk karena menahan
lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal
serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi,
sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu
kembali ke rumahnya dengan tangan kosong
untuk ketiga kalinya.
Ketika itulah Allah memberikan hidayah-Nya
kepada si tukang besi “Sungguh celaka aku ini,
seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku
terus berlaku dzalim kepadanya, “tutur tukang
besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat
kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan
mengganggu wanita itu lagi selamanya”.
Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan
dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu
rumah wanita itu. Tak lama berselang terlihat
pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita
yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri
di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya,
“Apa keperluanmu datang ke rumahku ?”
“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan
yang aku punya. Jangan khawatir, aku
memberinya karena Allah” jawab si tukang besi.
“Ya Allah jika benar apa yang dikatakannya,
maka haramkanlah ia dari api di dunia dan di
akhirat” tutur wanita itu seraya menengadahkan
kedua telapak tangannya ke langit.
Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia
memasak makanan yang tersisa buat dirinya.
Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai
kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak
terbakar. Bergegas ia menemui wanitu itu lagi.
“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan
doamu” ujar si tukang besi.
Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada
Allah.
“Ya Allah Engkau telah mewujudkan doaku,
maka cabutlah nyawaku saat ini juga”.
Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam
sujudnya. Allah kembali mendengar doanya.
Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam
keadaan sujud.
Demikianlah kisah seorang wanita yang
menjaga kehormatannya meskipun harus
menahan rasa lapar yang tiada tara.
Setiap muslimah mestinya dapat mengambil
pelajaran berharga dari berbagai kisah wanita
shalihah. Merekalah yang harusnya dijadikan
suri tauladan dalam kehidupan keseharian,
bukan para artis yang menawarkan gaya hidup
hedoisme dan materialisme

KECURANGAN TUKANG ROTI

Seorang tukang roti di sebuah desa kecil
membeli 1 kg mentega dari seorang petani. Ia
curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak
benar-benar seberat 1 kg. Beberapa kali ia
menimbang mentega itu, dan benar, berat
mentega itu tidak penuh 1 kg. Yakinlah ia
bahwa petani itu telah melakukan kecurangan.
Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu
dimajukan ke sidang pengadilan.
Pada saat sidang, hakim berkata pada petani,
“tentu kamu mempunyai timbangan?”
“tidak, tuan hakim,” jawab petani.
“lalu, bagaimana kamu bisa menimbang
mentega yang kamu jual itu?” Tanya hakim.
Petani itu menjawab, “ah, itu mudah sekali
dijelaskan, Tuan hakim. Untuk menimbang
mentega seberat 1 kg itu, sebagai penyeimbang,
aku gunakan saja roti seberat 1 kg yang aku beli
dari tukang roti itu

JADILAH MANUSIA YANG BAIK

1. JADILAH JAGUNG,
JANGAN
JAMBU MONYET.
Jagung membungkus
bijinya yang
banyak, sedangkan jambu monyet
memamerkan bijinya yang
cuma
satu-satunya.
( Artinya : Jangan suka
pamer )
2. JADILAH POHON PISANG
Pohon pisang kalau
berbuah hanya sekali, lalu
mati.
( Artinya : Kesetiaan dalam
pernikahan. )
3. JADILAH BENGKOANG.
Walaupun hidup dalam
kompos
sampah, tetapi umbinya
isinya
putih bersih.
( Artinya : Jagalah hati
jangan kau
nodai. )
4. JADILAH DURIAN,
JANGAN
KEDONDONG.
Walaupun luarnya penuh
kulit
yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan
manis. Hmmm, beda
dengan kedondong,
luarnya
mulus, rasanya agak asem
dan di dalamnya ada biji yang
berduri.
( Artinya : jangan menilai
orang
dari luarnya saja. )

RENUNGAN HIDUP BERKELUARGA

KETIKA MENCARI CALON
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi
anak-anak kita Janganlah mencari suami, tapi
carilah ayah bagi anak-anak kita.
KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/
wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah
melalui orang tua/wali si gadis.
KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan
penghulu,tetapi menikah di hadapan Allah
KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk
mendoa’kan anda, kerana anda harus berfikir
untuk mengundang mereka semua dan meminta
maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI
kerana menyia-nyiakan do’a mereka.
KETIKA MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah
sepasang anak manusia dan bukan sepasang
malaikat.
SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak
melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak
belukar yang penuh onak dan duri.
KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA GOYANG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya
justeru semakin erat berpegang tangan
KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%
KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri
dan anak anda,tetapi cintailah isteri atau suami
anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-
masing 100%.
KETIKA EKONOMI KELUARGA MENURUN
Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar
berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami
dan isteri.
KETIKA EKONOMI BERKEMBANG
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang
setia mendampingi kita semasa menderita
KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi
jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung
jawab apabila isteri memerlukan pertolongan
Anda.
KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah
lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan
semua pekerjaan.
Cintailah isteri atau suami anda 100%
KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang
baik adalah orang tua yang tidak pernah marah
kepada anak,kerana orang tua yang baik adalah
orang tua yang jujur kepada anak ….
KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun
yang tidak mahu bekerjasama dengan orang
tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak
didengar oleh orang tuanya.
KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami, isteri sebagai
obat.

RENUNGAN HIDUP BERKELUARGA

KETIKA MENCARI CALON
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi
anak-anak kita Janganlah mencari suami, tapi
carilah ayah bagi anak-anak kita.
KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/
wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah
melalui orang tua/wali si gadis.
KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan
penghulu,tetapi menikah di hadapan Allah
KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk
mendoa’kan anda, kerana anda harus berfikir
untuk mengundang mereka semua dan meminta
maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI
kerana menyia-nyiakan do’a mereka.
KETIKA MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah
sepasang anak manusia dan bukan sepasang
malaikat.
SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak
melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak
belukar yang penuh onak dan duri.
KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA GOYANG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya
justeru semakin erat berpegang tangan
KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%
KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri
dan anak anda,tetapi cintailah isteri atau suami
anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-
masing 100%.
KETIKA EKONOMI KELUARGA MENURUN
Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar
berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami
dan isteri.
KETIKA EKONOMI BERKEMBANG
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang
setia mendampingi kita semasa menderita
KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi
jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung
jawab apabila isteri memerlukan pertolongan
Anda.
KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah
lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan
semua pekerjaan.
Cintailah isteri atau suami anda 100%
KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang
baik adalah orang tua yang tidak pernah marah
kepada anak,kerana orang tua yang baik adalah
orang tua yang jujur kepada anak ….
KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun
yang tidak mahu bekerjasama dengan orang
tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak
didengar oleh orang tuanya.
KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami, isteri sebagai
obat.

KEBENARAN AL-QUR’AN TENTANG HUJAN

Oleh: Heri Ruslan
Hujan merupakan anugerah yang diberikan
Allah SWT bagi semua makhluk di alam
semesta. Tetesan air yang turun dari langit
menjadi sumber kehidupan bagi semua
makhluk hidup. Berkat kekuasaan Sang
Khalik, setiap saat miliaran liter air
berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu
kembali lagi menuju daratan. Kehidupan
pun bergantung pada daur air ini.
Harun Yahya dalam The Signs in The
Heavens and the Earth for Men of
Understanding, membuktikan kebenaran
dan kesesuaian ayat-ayat Alquran yang
menjelaskan fenomena hujan dengan sains
modern.
“Andai manusia mencoba mengatur daur di
alam semesta, maka tak akan pernah
berhasil, walaupun mengerahkan semua
teknologi yang ada di bumi,” paparnya.
Tanpa harus menggunakan biaya dan
teknologi, makhluk hidup di bumi bisa
menikmati air melalui proses penguapan.
Menurut Harun, setiap tahunnya 45 miliar
liter kubik air menguap dari lautan. Air yang
menguap tersebut dibawa angin melintasi
daratan dalam bentuk awan. Setiap tahun
3-4 miliar liter air dibawa dari lautan menuju
daran untuk dapat dinikmati dan
dimanfaatkan manusia.
Untuk itulah Alquran mengajak manusia
untuk mensyukuri hujan sebagai karunia
yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya.
Dalam Alquran surat Al Waaqi’ah ayat
68-70 Sang Khalik berfirman,”Maka
terangkanlah kepada-Ku tentang air yang
kamu minum. Kamukah yang
menurunkannya dari awan ataukah Kami
yang menurunkannya? Kalau Kami
kehendaki, nisaya Kami jadikan dia asin,
maka mengapa kamu tidak bersyukur.”
***
Menurut Harun, Alquran dalam surat Az-
Zukhruf ayat 11 mendefinisikan hujan
sebagai air yang dikirimkan “menurut
kadar.” Dalam ayat itu Allah berfirman,
“Dan Yang menurunkan air langit menurut
kadar (yang diperluka).” Harun
menjelaskan, firman Allah SWT itu sangat
sesuai dengan hasil kajian ilmu
pengetahuan modern.
Betapa tidak. Hujan turun ke bumi dengan
takaran yang tepat. Takaran pertama yang
berhubungan dengan hujan tentulah
kecepatan turunnya. Menurut Harun, benda
yang berat dan ukurannya sama dengan air
hujan, bila dijatuhkan dari ketinggian 1.200
meter, akan mengalami percepatan terus
menerus dan akan jatuh ke bumi dengan
kecepatan 558 km/jam.
“Akan tetapi rata-rata kecepatan jatuhnya
air hujan hanyalah 8-10 km/jam,” papar
Harun. Ia menjelaskan, air hujan jatuh
kebumi dengan kecepatan yang rendah,
karena titik hujan memiliki bentuk khusus
yang mampu meningkatkan efek gesekan
atmosfer dan membantu hujan turun ke
bumi dengan kecepatan yang lebih rendah.
Harun menuturkan, “Andaikan bentuk titik
hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tak
memiliki sifat gesekan, maka bumi akan
menghadapi kehancuran setiap hujan
turun.” Menurut dia, ketinggian minimum
awan hujan adalah 1.200 meter. Efek yang
ditimbulkan satu test air hujan yang jatuh
dari ketinggian tersebut sama dengan
benda seberat satu kilogram yang jatuh dari
ketinggian 15 cm.
“Awan hujan pun dapat ditemui pada
ketinggian 10 ribu meter. Pada kasus ini,
satu tetes air yang jatuh akan memiliki efek
yang sama dengan benda seberat satu
kilogram yang jatuh dari ketinggian 110
cm,” tutur Harun. Ia menambahkan, dalam
satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap
dari bumi.
Jumlah itu, ungkap Harun, sama dengan
jumlah air yang turun ke bumi dalam satu
detik. “Dalam satu tahun, diperkirakan
jumlah ini akan mencapai 505×1.012 ton.
Air terus berputar dalam daur yang
seimbang berdasarkan takaran.”
***
Para saintis telah mempelajari beragam
jenis awan. Selain itu, kalangan ilmuwan
juga meneliti proses terbentuknya awan
dan bagaimana hujan terjadi. Secara ilmiah,
saintis memaparkan proses terjadinya hujan
dimulai dari awan yang didorong angin.
Awan Cumulonimbus terbentuk ketika
angin mendorong sejumlah awan kecil ke
wilayah awan itu bergabung hingga
kemudian terjadi hujan.
Tentang fenomena pembentukan awan dan
hujan itu, Alquran pun menjelaskannya
secara akurat. Simaklah Alquran surat
Annur ayat 43. “Tidaklah kamu melihat
bahwa Allah mengarak awan, kemudian
mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya,
kemudian menjadikannya bertindih-tindih.
Maka, kelihatanlah olehmu hujan keluar
dari celah-celahnya dan Allah (juga)
menurunkan (butiran-butiran) es dari langit,
(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan,
seperti) gunung-gunung. Maka, ditimpakan-
Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa
yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya
dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan
kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan
penglihatan.”
Menurut Harun Yahya, manusia baru
mengatahi tahapan pembentukan hujan
setelah radar cuaca ditemukan. Namun,
Alquran telah menjelaskan secara detail
pada 14 abad silam. Berdasarkan
pengamatan radar, papar Harun,
pembentukan hujan terhadi dalam tiga
tahap. “Pertama, pembentukan angin;
kedua, pembentukan awan; ketiga,
turunnya hujan,” papar Harun.
Jauh sebelum manusia mengetahui itu,
Allah SWT dalam surat Ar-Ruum ayat 48
berfirman, “Allah, Dialah yang mengirim
angin, lalu angin itu menggerakkan awan
dan Allah membentangkannya di langit
menurut yang dikehendaki-Nya, dan
menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu
kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya,
maka apabila hujan itu turun mengenai
hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya
tiba-tiba mereka menjadi gembira.”
Harun menjelaskan ayat itu sangat sesuai
dengan pemantauan radar cuaca. Tahap
pertama pembentukan hujan dijelaskan
lewat , “Allah, Dialah yang mengimkan
angin…” Tahap kedua dijelaskan dalam, “…
lalu angin itu menggerakkan awan dan
Allah membentangkannya di langit menurut
yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya
bergumpal-gumpal…” Tahap ketiga, “… lalu
kamu lihat hujan keluar dari celah-
celahnya.”
Sungguh Allah SWT Mahakuasa atas
segala sesuatu.
Sumber: republika.co.id

KAIN KAFAN UNTUK ORANG TERTINGGI DI INDONESIA

TRIBUNNEWS.COM- Pihak keluarga maupun
warga yang melakukan proses pemakaman
Suparwono sempat kerepotan dibuatnya. Ini
lantaran tinggi badan Suparwono mencapai
242 centimeter dan berat 176 kg. Karena itulah
ia disebut sebagai manusia tertinggi di
Indonesia.
Dibutuhkan kain kafan sepanjang 39,21 meter
untuk membungkus jenazah Suparwono.
Bahkan, dibutuhkan 18 orang untuk
mengangkat jenazahnya.
Saat dibawa ke pemakaman, jenazah pria
kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4
November 1985 lalu itu tidak dimasukkan
dalam keranda maupun peti seperti umumnya.
Untuk mengakalinya, pihak keluarga
menggunakan mobil pikap dengan bak terbuka
untuk membawa jenazah Suparwono ke
pemakaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar